SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual https://ejournal.stte.ac.id/index.php/scripta <p><strong>FOKUS : </strong>Teologi Perjanjian Baru, Teologia Perjanjian Lama, Teologi Sistematika, Pastoral Konseling, Sejarah Gereja, Kepemimpinan Kristen, Misi.</p> en-US <p><a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license"><img src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License" /></a><a href="https://ejournal.stte.ac.id/index.php/scripta/management/settings/&lt;a%20rel=&quot;license&quot; href=&quot;http:/creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Creative Commons License&quot; style=&quot;border-width:0&quot; src=&quot;https:/i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;This work is licensed under a &lt;a rel=&quot;license&quot; href=&quot;http:/creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/&quot;&gt;Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License&lt;/a&gt;."><br /><strong>SCRIPTURA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual</strong> is licensed under a </a><a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License</a><a href="https://ejournal.stte.ac.id/index.php/scripta/management/settings/&lt;a%20rel=&quot;license&quot; href=&quot;http:/creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Creative Commons License&quot; style=&quot;border-width:0&quot; src=&quot;https:/i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;This work is licensed under a &lt;a rel=&quot;license&quot; href=&quot;http:/creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/&quot;&gt;Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License&lt;/a&gt;.">.</a></p> lp2mebenhaezer@gmail.com (Febriaman Lalaziduhu Harefa) ferdinanmarcos1994@gmail.com (Ferdinan Pasaribu) Mon, 29 Nov 2021 08:44:10 +0700 OJS 3.2.0.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Karakter Kepemimpinan Musa Inspirasi Setiap Pemimpin https://ejournal.stte.ac.id/index.php/scripta/article/view/137 <p><strong><sub>ABSTRAK</sub></strong></p> <p> </p> <p>Setiap komunitas sosial apapun membutuhkan seorang pemimpin yang dapat mengarahkan komunitas tersebut untuk mencapai tujuan dari komunitas tersebut. Beberapa orang ingin menjadi seorang pemimpin, namun apakah dia dapat menjadi pemimpin yang berhasil dan memiliki karakter yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Musa adalah seorang pemimpin besar dan berkarakter dalam tokoh Alkitab, seorang pemimpin yang selalu berhubungan dengan Tuhan dan menuruti kehendak Tuhan dimasa kepemimpinan dan hal inilah yang menuntun kepada keberhasilannya. Melalui kehidupan Musa pemimpin besar Bangsa Israel yang adalah pemimpin yang dipilih Allah maka setiap pemimpin atau yang berniat jadi pemimpin dapat mencontoh kehidupan hamba Tuhan Musa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menganalisa literatur dari daftar Pustaka dan alkitab sehingga dapat disimpulkan menjadi sebuah petunjuk maupun model bagi para pemimpin masa kini.</p> Janes Sinaga, Juita Lusiana Sinambela, Rolyana Ferinia, Stimson Hutagalung Copyright (c) 2021 28 Nomber 2021 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://ejournal.stte.ac.id/index.php/scripta/article/view/137 Sun, 28 Nov 2021 00:00:00 +0700 Pola Pengembalaan dalam Menangkal Paham Relativisme Berdasarkan 1 Timotius 4:13 https://ejournal.stte.ac.id/index.php/scripta/article/view/126 <p align="justify"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: FritzQuadrata, serif;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-size: small;">Di era postmodern berbagai perbedaan tidak dianggap sebagai suatu musuh atau ancaman. Perbedaan justru dianggap sebagai satu tantangan yang untuk berbagai pihak yang berbeda dapat hidup berdampingan. Setiap pihak dianggap memiliki kebenaran masing-masing dan pihak yang lain tidak mempermasalahkan hal tersebut. Kebenaran yang absolut tidak diakui karena postmodernisme percaya bahwa kebenaran tergantung dari konteks dan individu yang menghadapinya. Alkitab diterima sebagai kitab suci agama Kristen dan satu literatur sejarah, namun tidak sebagai firman Allah. Relativisme berusaha menurunkan otoritas Alkitab dalam pandangan umat Tuhan. Gembala sebagai pemimpin jemaat memiliki tanggung jawab untuk menjaga kawanan domba dari serigala-serigala aliran sesat yang bisa menerkam dan mencerai beraikan jemaat. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola penggembalaan yang diharapkan dapat menangkal paham relativisme berdasarkan 1 Timotius 4:13. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui studi literatur. Pola penggembalaan yang diharapkan dapat menangkal paham relativisme dapat diaplikasikan menjadi tiga langkah dengan urutan yang jelas, pertama firman Allah harus tekun dibaca dan dipegang sebagai dasar hidup jemaat. Selanjutnya seorang gembala perlu membangun spiritualitas umatnya dan terakhir pengajaran kebenaran perlu disampaikan dengan perkataan dan teladan hidup gembala.</span></span></span></span></p> Timotius Shandery, Yanto Paulus, A. L. Jantje Haans Copyright (c) 2021 28 Nomber 2021 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejournal.stte.ac.id/index.php/scripta/article/view/126 Sun, 28 Nov 2021 00:00:00 +0700 AKULTURASI BUDAYA “SAKASUR, SADAPUR, SASUMUR, SALEMBUR DALAM PENGINJILAN BERDASARKAN KISAH PARA RASUL 1: 8” https://ejournal.stte.ac.id/index.php/scripta/article/view/139 <p>Tujuan penelitian ini untuk melihat seberapa besar pengaruh dari penginjilan kepada suku sunda dengan menerapkan konsep budaya sunda yang sudah melekat yaitu sakasur, sadapur, sasumur, dan salembur sehingga mereka dapat menerima Injil. Metode penelitian dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menemukan bahwa konsep budaya 4-ur dalam suku Sunda merupakan implementasi Kisah 1:8 yang dapat meningkatkan kerohanian dan berperan aktif dalam penginjilan</p> <p><em>The purpose of this study was to see how much influence evangelism had on the Sundanese by applying the inherent concept of Sundanese culture, namely sakasur, sadapur, sasumur, and salembur so that they could accept the gospel. The research method in this paper is descriptive qualitative with interview techniques, observation, and literature study. The results of the study found that the concept of 4-ur culture in the Sundanese is an implementation of Acts 1:8 which can increase spirituality and play an active role in evangelism.</em></p> Jimmy Allen Sakul, B.D Nainggolan, Stimson Hutagalung Copyright (c) 2021 28 Nomber 2021 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://ejournal.stte.ac.id/index.php/scripta/article/view/139 Sun, 28 Nov 2021 00:00:00 +0700 Suatu STUDI NARASI: INTERAKSI AMOS DENGAN AMAZIA DALAM KONTEKS VISI KETIGA (AMOS 7:10-17) https://ejournal.stte.ac.id/index.php/scripta/article/view/128 <p>Artikel ini menjelaskan mengenai kajian biblika mengenai narasi interaksi Amos dan Amazia (Amos 7:10-17) dalam serangkaian visi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan hermeneutik dengan memperhatikan gramatis, historis, dan sastra dalam bentuk genre narasi dalam kitab Amos 7:10-17. Dalam penelitian ini penulis juga melakukan eksegesa dengan memperhatikan historikal, gramatikal dan konstektual. Beberapa penafsir (Campos. Tucker, Wöhrle, Perkins dan lain-lain) hanya menekankan masalah otoritas, legitimasi profetik dan peranan sosial. Namun, narasi ini memiliki hubungan dengan ayat 9 lebih mengarah kepada ancaman kepada Yerobeam dan keluarganya dan menceritakan bagaimana Amos dipaksa untuk mengakhiri pekerjaannya sebagai nabi di Israel. Penolakan terjadi karena nubutan yang disampaikan oleh Amos merugikan dan mengancam keberadaan Yerobeam.</p> Anon Dwi Saputra, Daniel Adiatma, Saul Gurich Copyright (c) 2021 28 Nomber 2021 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://ejournal.stte.ac.id/index.php/scripta/article/view/128 Sun, 28 Nov 2021 00:00:00 +0700 Homoseksual dalam pandangan Sains dan Teologi https://ejournal.stte.ac.id/index.php/scripta/article/view/124 <p>Permasalahan tentang homoseksualitas dalam kehidupan sudah bukan lagi menjadi hal yang asing di tengah masyarakat. Bahkan, ada dari orang-orang yang menganggap bahwa permasalahan tentang homoseksualitas ini merupakan sebuah hal yang wajar terjadi dalam kehidupan karena dianggap sebagai kejadian biologis yang dipengaruhi oleh faktor genetika. Permasalahan ini bukan hanya terjadi dalam dunia sekuler saja, melainkan juga dalam kekristenan. Dalam tulisan ini, akan mencoba untuk melihat apa yang menjadi pandangan teologi Kristen terhadap mereka yang ada dalam komunitas homoseksualitas ini.</p> <p><em>The problem of homosexuality in life is no longer an alien thing in society. Some people think that the problem of homosexuality is a natural thing that occurs in life because it is considered a biological event that is influenced by genetic factors. This problem does not only occur in the secular world but also in Christianity. In this paper, we will try to see Christian theology responds to those in this community of homosexuality.</em></p> Manuel Waskito Prasetyo Copyright (c) 2021 28 Nomber 2021 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://ejournal.stte.ac.id/index.php/scripta/article/view/124 Sun, 28 Nov 2021 00:00:00 +0700